A fallopian tube blockage typically prevents successful passage of the egg to the sperm, or the fertilized egg to the uterus. Surgery can be used to try to correct this common cause of infertility. The specific type of surgery depends on the location and extent of the fallopian tube blockage.
Some tubal procedures can be done using microsurgical techniques, either during open abdominal surgery or using laparoscopy through a small incision. The surgeon must have special training and expertise in microsurgery techniques and/or laparoscopy. This general overview describes the most common tubal procedures.
Tubal reanastomosis typically is used to reverse a tubal ligation or to repair a portion of the fallopian tube damaged by disease. The blocked or diseased portion of the tube is removed, and the two healthy ends of the tube are then joined. This procedure usually is done through an abdominal incision (laparotomy).
Salpingectomy, or removal of part of a fallopian tube, is done to improve in vitro fertilization (IVF) success when a tube has developed a buildup of fluid (hydrosalpinx). Hydrosalpinx makes it half as likely that an IVF procedure will succeed.1 Salpingectomy is preferred over salpingostomy for treating a hydrosalpinx before IVF.
Salpingostomy is done when the end of the fallopian tube is blocked by a buildup of fluid (hydrosalpinx). This procedure creates a new opening in the part of the tube closest to the ovary. However, it is common for scar tissue to regrow after a salpingostomy, reblocking the tube.
Fimbrioplasty may be done when the part of the tube closest to the ovary is partially blocked or has scar tissue, preventing normal egg pickup. This procedure rebuilds the fringed ends of the fallopian tube.
For a tubal blockage next to the uterus, a nonsurgical procedure called selective tubal cannulation is the first treatment of choice. Using fluoroscopy or hysteroscopy to guide the instruments, a doctor inserts a catheter, or cannula, through the cervix and the uterus and into the fallopian tube.
What To Expect After Surgery
After open abdominal surgery, there usually is a 2- to 3-day hospital stay. Antibiotics may be given to prevent infection. A woman usually can return to work in 4 to 6 weeks, depending on the extent of surgery, the nature of her work, and her overall health and stamina.
After laparoscopic surgery, there is a brief hospital stay. A woman's return to daily activities can take a few days to a couple of weeks, depending on the type of procedure.
Why It Is Done
Fallopian tube surgery may be done if:
· You are young and have no other fertility-related problems.
· Hysterosalpingography shows blocked fallopian tubes.
· A blocked fallopian tube has a buildup of fluid (hydrosalpinx).
· You want to have a tubal ligation reversed.
How Well It Works
The success of a fallopian tube procedure depends in part on the location and extent of the blockage, as well as the presence or absence of other fertility problems.
· Clearing a blockage in the part of the tube closest to the uterus (proximal occlusion) is more likely to be successful. These blockages often are functional (such as a mucus plug) rather than structural (such as scarring or other obstruction). Up to 60% of women with proximal occlusion have been reported to have successful pregnancies after tubal surgery.2
· From 20% to 30% of women with a blockage near the end of the fallopian tube have had successful pregnancies after tubal surgery.2
· The amount of fallopian tube that remains after surgery is critical to the function of the tube. If a large part of the tube must be removed to eliminate blockage, the likelihood of pregnancy after surgery is reduced.
The success of a sterilization reversal is influenced by the tubal ligation method used, how recently the tubal ligation was performed, and the woman's age-related fertility.
Additional conditions that affect the success of surgery include whether the woman has scar tissue (adhesions) in her pelvis, whether she has other diseases in the pelvic area, and the surgeon's level of skill and experience.
Risks
Risks of fallopian tube surgery include:
· Pelvic infection.
· Scar tissue (adhesions) forming on the reproductive organs, causing them to bind to the abdominal wall or to other organs.
· Increased risk of tubal (ectopic) pregnancy after surgery.
What To Think About
Some fallopian tube problems can be treated with more than one type of surgery or procedure. Ask your doctor for his or her success rates (birth of a healthy baby), as well as national success rates, for any procedure you are considering.
Hysterosalpingography may be performed 3 to 6 months after surgery to check whether the tubes have been opened.
If you do not become pregnant within 12 to 18 months following surgery, your doctor may do a laparoscopy to check the condition of your fallopian tubes.
When successful, a fallopian tube procedure can enable a woman to have more than one pregnancy without ongoing fertility treatment and repeated use of in vitro fertilization (IVF).
Pasted from : http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/fallopian-tube-procedures-for-infertility
Showing posts with label saluran tuba non paten. Show all posts
Showing posts with label saluran tuba non paten. Show all posts
konsul hasil hsg2
04.02.09
Selasa siang suster di tlogorejo tau-tau nelpon, apa besok (rabu 04.02.09) ada waktu kontrol, soalnya pasien dr fajar ada yang mudur. Trus si suster pas keinget aku, secara kemaren senin abis ketemu pas nganter hsg. Aku bilang iya lah, padahal udah janjian sama heni mo kontrol bareng di hermina besok senin hihihi, maaf ya bu…
Singkat cerita kita dateng jam 1 siang, langsung naro berkas trus cabut makan siang. Antriannya masih nunggu 6 orang, klo 1 orang bisa 20 menit aja berarti ada 120 menit alias 2 jam. Lumayanlah masih bisa makan plus jalan" bentar. Sejam kemudian kita balik, sambil nunggu kita liat" majalah interor, bwat nyuri ide. Jam 4 kurang 10 menitan kita baru masuk, sebelumnya ada pasutri yang kayaknya baru pertama kali periksa, trus gak sabaran nunggu antrian yang laaaaaama bgt.
Begitu di ruang periksa, dr fajar langsung ngecek foto rontgen sambil ngejelasin, letak rahim, saluran kanan, kiri trus tumpahan zat kontras. Habis itu baru lihat pengantar dr radiolognya. "Hasilnya bagus kok, bu…" langsung lega banget begitu dengernya. Kalo dulu 2 saluran non paten sekarang semuanya paten alias udah gak mampet lagi.
Detailnya sih gini :
Kondisi dan bentuk uterus normal
Saluran kiri : dulu tersumbat di bagian pangkal (menurut beliau, harapan lancarnya tipis dibanding kalo yang tersumbat di bagian ujung, jadi beliau minta kita fokus ke yang kanan aja), sekarang malah selancar jalan tol (alhamdulilah…) asumsi beliau sumbatannya ringan jadi ditiup 2 kali udah bersih.
Saluran kanan : dulu salurannya gak lancar trus ada hydrosalphix, yang ini jadi andalan kita semua soalnya kasus mampetnya gak separah yang kiri, sekarang blom ada perubahan yang signifikan, tumpahannya masih kurang (spill -).
Dari hasil hsg terakhir, beliau berasumsi kemaren itu tekanannya masih tinggi banget karena yang kanan blom mau blong, padahal yang kiri udah lancar.
Begitu kabarnya baik semua, aku langsung bilang gak perlu operasi kan dok? Hihihi, main tembak ditempat aja kata suamiku. Dokternya ketawa trus bilang iya, kita tunda dulu aja soalnya kondisi saluran telurnya udah lancar. Alhamdulilah banget, uangnya bisa bwat nambahin DP rumah. (Jadi keinget musti nelpon pak Sihono minggu ini bwat mastiin harga)
Lanjut ke konsultasi dr fajar, bulan depan program penyuburan bisa dimulai lagi. Mens H+3 minum serophene lagi trus H+10 usg telur. Kalo misalnya telur yang dominan di sebelah kanan, padahal saluran yang lancar di sebelah kiri, sarannya pake cara alami aja, tar dihitung perkiraan masa subur trus bikin jadwal coitus.
Kalo misalnya telur yang dominan di sebelah kiri, ada 2 pilihan inseminasi buatan atau alami. Bedanya di harga (pastilah…), sama presentase keberhasilan. Yang alami sama kaya diatas, pake itungan masa subur. Kalo yang buatan, habis mens H+10 disuntik obat hormon yang sekali njus 650rb selama 4 kali, trus waktu inseminasi 36 jam dari suntik terakhir. Total jendral sekitar 6 jutaan. Kelebihannya sih tar pas nyemprotin sperma, selang bisa diarahin ke saluran yang kita mau (klo aku sih yang kiri), presentasenya lebih gede dibanding yang alami. Cuma 6 jutanya itu lo… barusan seneng gak jadi operasi, ternyata insem buatan juga mahal.
Dr fajar sih bilang dipikirin dulu, kan waktunya masih banyak… trus kita juga dikasih jadwal coitus, soalnya ini pas masa subur, sapa tau bulan ini dapet rejeki. Selese konsul aku dikasi resep anti oksidan sama vitamin biar kondisi rahim bagus dan siap bwat diisi.
Alhamdulilah banget, hari ini banyak kabar bagusnya…
Selasa siang suster di tlogorejo tau-tau nelpon, apa besok (rabu 04.02.09) ada waktu kontrol, soalnya pasien dr fajar ada yang mudur. Trus si suster pas keinget aku, secara kemaren senin abis ketemu pas nganter hsg. Aku bilang iya lah, padahal udah janjian sama heni mo kontrol bareng di hermina besok senin hihihi, maaf ya bu…
Singkat cerita kita dateng jam 1 siang, langsung naro berkas trus cabut makan siang. Antriannya masih nunggu 6 orang, klo 1 orang bisa 20 menit aja berarti ada 120 menit alias 2 jam. Lumayanlah masih bisa makan plus jalan" bentar. Sejam kemudian kita balik, sambil nunggu kita liat" majalah interor, bwat nyuri ide. Jam 4 kurang 10 menitan kita baru masuk, sebelumnya ada pasutri yang kayaknya baru pertama kali periksa, trus gak sabaran nunggu antrian yang laaaaaama bgt.
Begitu di ruang periksa, dr fajar langsung ngecek foto rontgen sambil ngejelasin, letak rahim, saluran kanan, kiri trus tumpahan zat kontras. Habis itu baru lihat pengantar dr radiolognya. "Hasilnya bagus kok, bu…" langsung lega banget begitu dengernya. Kalo dulu 2 saluran non paten sekarang semuanya paten alias udah gak mampet lagi.
Detailnya sih gini :
Kondisi dan bentuk uterus normal
Saluran kiri : dulu tersumbat di bagian pangkal (menurut beliau, harapan lancarnya tipis dibanding kalo yang tersumbat di bagian ujung, jadi beliau minta kita fokus ke yang kanan aja), sekarang malah selancar jalan tol (alhamdulilah…) asumsi beliau sumbatannya ringan jadi ditiup 2 kali udah bersih.
Saluran kanan : dulu salurannya gak lancar trus ada hydrosalphix, yang ini jadi andalan kita semua soalnya kasus mampetnya gak separah yang kiri, sekarang blom ada perubahan yang signifikan, tumpahannya masih kurang (spill -).
Dari hasil hsg terakhir, beliau berasumsi kemaren itu tekanannya masih tinggi banget karena yang kanan blom mau blong, padahal yang kiri udah lancar.
Begitu kabarnya baik semua, aku langsung bilang gak perlu operasi kan dok? Hihihi, main tembak ditempat aja kata suamiku. Dokternya ketawa trus bilang iya, kita tunda dulu aja soalnya kondisi saluran telurnya udah lancar. Alhamdulilah banget, uangnya bisa bwat nambahin DP rumah. (Jadi keinget musti nelpon pak Sihono minggu ini bwat mastiin harga)
Lanjut ke konsultasi dr fajar, bulan depan program penyuburan bisa dimulai lagi. Mens H+3 minum serophene lagi trus H+10 usg telur. Kalo misalnya telur yang dominan di sebelah kanan, padahal saluran yang lancar di sebelah kiri, sarannya pake cara alami aja, tar dihitung perkiraan masa subur trus bikin jadwal coitus.
Kalo misalnya telur yang dominan di sebelah kiri, ada 2 pilihan inseminasi buatan atau alami. Bedanya di harga (pastilah…), sama presentase keberhasilan. Yang alami sama kaya diatas, pake itungan masa subur. Kalo yang buatan, habis mens H+10 disuntik obat hormon yang sekali njus 650rb selama 4 kali, trus waktu inseminasi 36 jam dari suntik terakhir. Total jendral sekitar 6 jutaan. Kelebihannya sih tar pas nyemprotin sperma, selang bisa diarahin ke saluran yang kita mau (klo aku sih yang kiri), presentasenya lebih gede dibanding yang alami. Cuma 6 jutanya itu lo… barusan seneng gak jadi operasi, ternyata insem buatan juga mahal.
Dr fajar sih bilang dipikirin dulu, kan waktunya masih banyak… trus kita juga dikasih jadwal coitus, soalnya ini pas masa subur, sapa tau bulan ini dapet rejeki. Selese konsul aku dikasi resep anti oksidan sama vitamin biar kondisi rahim bagus dan siap bwat diisi.
Alhamdulilah banget, hari ini banyak kabar bagusnya…
Label :
hsg,
program hamil,
saluran tuba non paten
hsg (lagi)
02.02.09
Pagi ini sebelum berangkat ke Tlogorejo, nelpon dulu ke bagian radiologi bwat mastiin jadwal rontgen jam berapa, ternyata bener jam 10 pagi. Nyampe di Tlogorejo langsung ke klinik infertilitas, baru dianter suster ke ruang radiologi. Pas urusan administrasi sempet rada kaget juga, kemaren sempet nanya suster biayanya sekitar 450rb, taunya sekarang udah naik jadi 530rb. Banyak banget naiknya yak, padahal BBM udah turun, hiks hiks..
Anyway, begitu nama dipanggil aku masuk ke dalam ruang. Tapi kog sama mas" ya… sambil jalan si mas ngasih tau prosedur standarnya gitu, musti buka semua baju trus pipis dulu yang terakhir mas'nya baru bilang entar susternya cewek semua kog, saya bagian manggilin ajah. Legaaa banget…
Kalo ngeliat peralatannya, kayaknya lumayan canggih yang disini daripada di hermina. Tambahannya ada tv 29" bwat lihat hasil hsg, jadi bisa langsung ketauan klo perlu diulang. Yang di hermina masih konvensional banget, pake acara cuci hasil rontgen gitu, yang prosesnya klo gak salah mirip cuci cetak foto item putih. Pantes ajalah klo harganya juga selisih 80rb-an. Orang jawa bilang "ono rego ono rupo" alias harga menentukan kualitas.
Selese pipis, udah ada suster cewek yang ngasih tau prosesnya, sambil nyuruh langsung tiduran sambil nunggu dokternya trus poto polos alias belum dikasih obat apapun. Gak berapa lama dr nita dateng, langsung dimulai acara masukin peralatan itu ke miss V. Di awal proses, bu dokter langsung bilang ini posisi mulut rahim menunduk, jadi secara anatomi memang agak susah bwat sperma jalan ke saluran.
Berbekal pengalaman sebelumnya, pantat aku bikin relaks banget biar gak sakit pas masukin alat, soalnya yang kemaren" lebih sakit masukin alat daripada masukin obat. Udah beres semua, baru poto terlentang, miring kanan, miring kiri, terus terlentang lagi. Pas posisi terlentang sih gak berasa sakit, begitu mulai miring baru berasa mules, udah gitu kadar mules kanan ma kiriny juga beda. Aku sempet bilang ke dokter kog mulesnya beda ya? Trus beliau bilang hasilnya juga beda. Udah gitu aja, gak pake ba bi bu lagi langsung cabut alat trus pergi. Lah, kog gak ada konsultasinya kaya pas di hermina?
Kelar alat" dilepas disuruh suster pipis trus balik lagi bwat poto terakhir. Habis itu baru deh dikasi pembalut, soalnya bakal ada obat sama darah yang keluar. Keluar dari ruang rontgen, masi agak geliyengan trus duduk sebentar sambil nunggu hasil rontgen. Ngeliat orang" yang abis rontgen langsung pada pulang,, jadi curiga neh.. Iseng" nanya ke admin ternyata, hasilnya baru bisa diambil jam 2an. Knapa gak bilang dari tadi?
Sambil nunggu jam 2 kita makan nasi gudeg Yu Yem di depan RS Tlogorejo, trus balik lagi ke rumah sakit mo nengokin tante Mike yang lagi opname gara" tiroidnya kumat lagi. Sejam ngobrol trus kita pamit pulang, skalian ngambil hasil lab yang ternyata belom jadi juga padahal udah jam 2 lebih dikit. Akhirnya kita jalan dulu ke gramed baca" majalah gratisan trus jam 4an balik ke rumah sakit ambil hasil HSG. Klo dilihat dari rekomen dokter sih saluran paten, berarti ada kemajuan dari yang kemaren cuma detilnya belom tau deh. Pengennya besok rabu konsultasi hasil ke dokter tapi ternyata udah penuh, jadi didaftarin hari jumat. Sembari pulang, iseng-iseng mampir hermina sapa tau masih bisa, ternyata penuh juga. Ya udahlah, besok jumat aja…
Di tengah perjalanan pulang kita kepikiran mampir ke pak Sihono bwat ngasih gambar rumah trus malemnya si Heni nelpon abis konsul dr fajar di hermina, si heni mau hsg hari sabtu trus ngajak janjian konsul hari senin. Mudah" an besok jumat kabarnya baik semua, biar minggu bisa tenang jalan" ke jogja.
Pagi ini sebelum berangkat ke Tlogorejo, nelpon dulu ke bagian radiologi bwat mastiin jadwal rontgen jam berapa, ternyata bener jam 10 pagi. Nyampe di Tlogorejo langsung ke klinik infertilitas, baru dianter suster ke ruang radiologi. Pas urusan administrasi sempet rada kaget juga, kemaren sempet nanya suster biayanya sekitar 450rb, taunya sekarang udah naik jadi 530rb. Banyak banget naiknya yak, padahal BBM udah turun, hiks hiks..
Anyway, begitu nama dipanggil aku masuk ke dalam ruang. Tapi kog sama mas" ya… sambil jalan si mas ngasih tau prosedur standarnya gitu, musti buka semua baju trus pipis dulu yang terakhir mas'nya baru bilang entar susternya cewek semua kog, saya bagian manggilin ajah. Legaaa banget…
Kalo ngeliat peralatannya, kayaknya lumayan canggih yang disini daripada di hermina. Tambahannya ada tv 29" bwat lihat hasil hsg, jadi bisa langsung ketauan klo perlu diulang. Yang di hermina masih konvensional banget, pake acara cuci hasil rontgen gitu, yang prosesnya klo gak salah mirip cuci cetak foto item putih. Pantes ajalah klo harganya juga selisih 80rb-an. Orang jawa bilang "ono rego ono rupo" alias harga menentukan kualitas.
Selese pipis, udah ada suster cewek yang ngasih tau prosesnya, sambil nyuruh langsung tiduran sambil nunggu dokternya trus poto polos alias belum dikasih obat apapun. Gak berapa lama dr nita dateng, langsung dimulai acara masukin peralatan itu ke miss V. Di awal proses, bu dokter langsung bilang ini posisi mulut rahim menunduk, jadi secara anatomi memang agak susah bwat sperma jalan ke saluran.
Berbekal pengalaman sebelumnya, pantat aku bikin relaks banget biar gak sakit pas masukin alat, soalnya yang kemaren" lebih sakit masukin alat daripada masukin obat. Udah beres semua, baru poto terlentang, miring kanan, miring kiri, terus terlentang lagi. Pas posisi terlentang sih gak berasa sakit, begitu mulai miring baru berasa mules, udah gitu kadar mules kanan ma kiriny juga beda. Aku sempet bilang ke dokter kog mulesnya beda ya? Trus beliau bilang hasilnya juga beda. Udah gitu aja, gak pake ba bi bu lagi langsung cabut alat trus pergi. Lah, kog gak ada konsultasinya kaya pas di hermina?
Kelar alat" dilepas disuruh suster pipis trus balik lagi bwat poto terakhir. Habis itu baru deh dikasi pembalut, soalnya bakal ada obat sama darah yang keluar. Keluar dari ruang rontgen, masi agak geliyengan trus duduk sebentar sambil nunggu hasil rontgen. Ngeliat orang" yang abis rontgen langsung pada pulang,, jadi curiga neh.. Iseng" nanya ke admin ternyata, hasilnya baru bisa diambil jam 2an. Knapa gak bilang dari tadi?
Sambil nunggu jam 2 kita makan nasi gudeg Yu Yem di depan RS Tlogorejo, trus balik lagi ke rumah sakit mo nengokin tante Mike yang lagi opname gara" tiroidnya kumat lagi. Sejam ngobrol trus kita pamit pulang, skalian ngambil hasil lab yang ternyata belom jadi juga padahal udah jam 2 lebih dikit. Akhirnya kita jalan dulu ke gramed baca" majalah gratisan trus jam 4an balik ke rumah sakit ambil hasil HSG. Klo dilihat dari rekomen dokter sih saluran paten, berarti ada kemajuan dari yang kemaren cuma detilnya belom tau deh. Pengennya besok rabu konsultasi hasil ke dokter tapi ternyata udah penuh, jadi didaftarin hari jumat. Sembari pulang, iseng-iseng mampir hermina sapa tau masih bisa, ternyata penuh juga. Ya udahlah, besok jumat aja…
Di tengah perjalanan pulang kita kepikiran mampir ke pak Sihono bwat ngasih gambar rumah trus malemnya si Heni nelpon abis konsul dr fajar di hermina, si heni mau hsg hari sabtu trus ngajak janjian konsul hari senin. Mudah" an besok jumat kabarnya baik semua, biar minggu bisa tenang jalan" ke jogja.
Label :
hsg,
program hamil,
saluran tuba non paten
hidrotubasi 2
07.01.09
Hari ini jadwalnya hidrotubasi yang kedua. Udah gak sedeg-degan kemaren, Cuma rada nervous aja ama hasilnya. Jam 2 siang kita uda nyampe rumah sakit tapi dr fajar juga barusan dateng, Alhasil baru jam 3.30 kita baru dipanggil. Selama proses tiup, suasananya lebih santai dari yang kemaren soalnya ada 2 suster yang ngebantuin trus dokternya lagi mood becanda, apalagi salah satu susternya mau pensiun jadi ditodong syukuran.
Biarpun nyantai tapi tetep aja deg-degan gak ilang. Tekanannya masih tinggi sekitar 150-200, dari 25cc cairan yang dimasukin, cuma 3-5 cc yang keluar. Akhirnya aku diminta HSG ulang, kalo hasil evaluasi bulan depan kurang bagus ya terpaksa harus ada tindakan, mangsudnya sih operasi. Aku langsung mules dengernya, bukannya itu berarti operasi laparaskopi yang harganya hmmmm.
Ya sudahlah, kita tunggu aja bulan depan. Hari pertama mens telpon suster biar dibikinin jadwal HSG.
Hari ini jadwalnya hidrotubasi yang kedua. Udah gak sedeg-degan kemaren, Cuma rada nervous aja ama hasilnya. Jam 2 siang kita uda nyampe rumah sakit tapi dr fajar juga barusan dateng, Alhasil baru jam 3.30 kita baru dipanggil. Selama proses tiup, suasananya lebih santai dari yang kemaren soalnya ada 2 suster yang ngebantuin trus dokternya lagi mood becanda, apalagi salah satu susternya mau pensiun jadi ditodong syukuran.
Biarpun nyantai tapi tetep aja deg-degan gak ilang. Tekanannya masih tinggi sekitar 150-200, dari 25cc cairan yang dimasukin, cuma 3-5 cc yang keluar. Akhirnya aku diminta HSG ulang, kalo hasil evaluasi bulan depan kurang bagus ya terpaksa harus ada tindakan, mangsudnya sih operasi. Aku langsung mules dengernya, bukannya itu berarti operasi laparaskopi yang harganya hmmmm.
Ya sudahlah, kita tunggu aja bulan depan. Hari pertama mens telpon suster biar dibikinin jadwal HSG.
konsul hasil hsg
13.11.08
Hasil HSG yang normal ini:

Yang tengah itu rahim, trus ada saluran tuba yang ujungnya itu ovarium alias pabrik telur. warna putih itu didapat dari cairan kontras.
Kalo hasil HSG'ku : saluran tuba kiri non paten, saluran tuba kanan hidrosalfik

Yang dimaksud non paten itu mampet, kalo hidrosalfix sendiri penggelembungan karena mampet. Analogi dari dsog'ku : ada 2 selang ke ovarium, yang kiri mampet dari pangkalnya jadi agak susah nyembuhinnya karena kita gak tau yang mampet itu cuma pangkal atau sepanjang saluran. Kalo selang kanan mampet juga tapi di ujung (deket ovarium), prosentase lancar lebih tinggi.
Dokter Fajar ngerekomendasiin untuk terapi hidrotubasi atau terapi tiup. Sebenernya diminta langsung besok pagi tapi kayanya belom siap deh... Akhirnya dokter ngasih rujukan ke RS. Tlogorejo unutuk bulan depan.
Hasil HSG yang normal ini:

Yang tengah itu rahim, trus ada saluran tuba yang ujungnya itu ovarium alias pabrik telur. warna putih itu didapat dari cairan kontras.
Kalo hasil HSG'ku : saluran tuba kiri non paten, saluran tuba kanan hidrosalfik

Yang dimaksud non paten itu mampet, kalo hidrosalfix sendiri penggelembungan karena mampet. Analogi dari dsog'ku : ada 2 selang ke ovarium, yang kiri mampet dari pangkalnya jadi agak susah nyembuhinnya karena kita gak tau yang mampet itu cuma pangkal atau sepanjang saluran. Kalo selang kanan mampet juga tapi di ujung (deket ovarium), prosentase lancar lebih tinggi.
Dokter Fajar ngerekomendasiin untuk terapi hidrotubasi atau terapi tiup. Sebenernya diminta langsung besok pagi tapi kayanya belom siap deh... Akhirnya dokter ngasih rujukan ke RS. Tlogorejo unutuk bulan depan.
Label :
hidrotubasi,
hsg,
program hamil,
saluran tuba non paten

